Dalam sebuah hadis menceritakan, pada zaman dahulu ada seorang
lelaki wukuf di Arafah. Dia berhenti di lapangan luas itu. Pada saat itu orang
sedang melakukan ibadah haji. Wukuf di arafah merupakan rukun haji yang sangat
penting. Bahkan wukuf di arafah disebut sebagai haji yang sebenarnya, karena
jika seorang melakukan wukuf di padang arafah dianggap hajinya telah sempurna,
meskipun yang lainnya tidak sempat dikerjakan.
Sabda RasulullahSaw :
“Alhajju Arafat” (Haji itu wukuf di Arafah)
Rupanya lelaki itu tadi masih belum mengenal islam secara mendalam.
Masih dalam istilah ‘muallaf’. Pada saat orang itu berada di padng arafah, dia
mengambil tujuh buah batu.
“Hai batu-batu, saksikanlah olehmu aku bersumpah bahwa tidak ada
tuhan selain Allah dan Muhammad itu utusan Allah,” katanya.