Selasa, 03 Maret 2015

Sedekah Yang Diterima Allah

   
     Ada seorang pria yang bernama hamid. ia telah banyak mendengar hadist dan ayat-ayat yang berkenaan dengan keutamaan bersedekah di jalan Allah SWT. Salah satu sabda Rasulullah saw : "Sedekah dengan sembunyi-sembunyi memadamkan kemurkaan Allah" (HR. Thabrani dengan sanad Hasan)


     Dari hadist tersebut bangkitlah di hati hamid niat yang kuat untuk melakukannya. ia merasa telah banyak melakukan maksiat dan dosa serta merasa ibadah yang telah ia lakukan belum bisa meredamkan murka Allah. Maka dari itu ia mulai mengumpulkan hartanya. Setiap kali ia memperoleh untung dari pekerjaannya, ia sisihkan untuk bersedekah secara sembunyi-sembunyi. ia tetap gigih di setiap langkahnya guna mengumpulkan harta tuk bersedekah. Sampaailah 1 tahun lamanya ia telah mengumpulkan sejumlah dinar emas yang cukup banyak. 

     Suatu malam hamid membawa uang tersebut kedalam kantong besar, kemudiania memakai jubah gelap hingga tak seorangpun mengenalinya. Ia berjalan di tengah malam yang sunyi dan tiba-tiba ia mendapati seorang wanita yang tertidur di emperan jalan. Ia melemparkan kantong yang berisi uang ke tubuh wanita tersebut. Wanita itu pun kaget dan terbangun melihat orang berjubah hitam yang tak dikenalinya. maka hamid pun segera pergi meninggalkan wanita itu. Ia membatin dalam hatinya : "Wah...wanita itu pasti mengira isi kantong tersebut adalah makanan, tapi Masyaallah Setumpuk Uang Dinar Emas. pasti dia sangat gembira dan mendo'akanku. Alhamdulillah ya Rabb...Aku telah susah payah mengumpulkan uang selama setahun. Semoga Engkau jadikan Sedekahku yang rahasia ini Kau terima. Amiin"

     Keesokan harinya hebohlah warga sekampung dengan kabar bahwa seorang wanita pelacur mendapat sekantong uang dinar emas ketika sedang menunggu pelanggannya. Mendengar berita itu hamid merasa lemas. Ia membatin, "Astaghfirullah....Pelacur??? sedekahku yang kukumpulkan setahun ternyata sia-sia pada seorang pelacur. yah...sedekahku gak mungkin diterima Allah, namun hanya akan menjadi santapan wanita pezina dan penyebab orang berzina, na'udzubillah...!

     Hamid sedih dan muram, namun ia tetap penasaran dan ingin agar sedekahnya diterima Allah serta tak salah alamat. Ia mulai mengumpulkan lagi harta dengan lebih semangat hingga setahun lamanya. setelah terkumpul, ia membelikan perhiasan emas dan berlian sebanyak-banyaknya. sekarung perhiasan dengan berbagai jenis telah terkumpul dan ia pun merasa puas melihhat hasil jerih payahnya. ia pun memulai lagi dengan berjubah gelap dan tertutup seluruh tubuhnya. Di tengah malam ia berjalan dan tiba-tiba ia melihat lelaki setengah baya yang sedang berjalan, wajahnya kusut dan penuh kegundahan. Maka hamid pun melempar karung yang dibawanya kepada si lelaki dan berkata, "Terimalah sedekahku...! lalu ia pun lari secepatnya agar tak dikenali lelaki tersebut.

     Keesokan harinya kampung itu gempar karena ada kabar bahwa tadi malam seorang perampok ketiban rejeki sekarung perhiasan dari laki-laki yang tak dikenal. Hamid pun makin lesu dan lemas mendengar berita itu. 2 tahun sudah ia mengumpulkan hartanya dengan susah payah. Tapi selalu salah alamat. Hamid mulai berpikir dan berdiam sejenak. Ia masih penasaran dan berusaha mengumpulkan harta lagi hingga tiba setahun lamanya. Ia melakukan seperti tahun lalu. Ia menaruh uang dinar emasnya ke dalam kantong kulit dan mulai berjalan di tengah malam agar tak diketahui seorangpun. Ketika itu ia melihat seorang kakek tua renta yang berjalan tertatih-tatih sendirian. "Nah...ini pasti tak salah alamat lagi" kata Hamid dalam batinnya. Ia pun memberikan kantong yang dibawanya kepada kakek tersebut dan berlari sekencang-kencangnya.

     Keesokan harinya kampung itu gempar lagi bahwa ada kakek yang menjadi orang terkaya di kampung itu mendapat sekantong emas dinar. Maka Hamid pun roboh dan putus asa serta kapok. "Berarti memang aku adalah pria busuk yang tak akan diterima sedekahnya oleh Allah. Karena dah 3 tahun aku berusaha tapi tak ada hasilnya dan sia-sia." kata hamid dalam hatinya. Hamid berdo'a mengucap "Ya Rabb...kalau Kau terima sedekahku maka tunjukkanlah!"

     Waktu terus berjalan tanpa terasa puluhan tahun kemudia hamid sudah tua renta. Di usia senjanyaia mendengar bahwa ada 2 ulama adik kakak yang menjadi ulama besar dan mempunya ribuan murid. Kedua ulama tersebut adalah anak yatim. Ayahnya wafat saat mereka masih kecil. Lalu karena jatuh miskin maka akhirnya ibunya melacur untuk menghidupi anaknya. Dalam suatu malam ibunya bermunajat pada Allah : "Ya Allah Ya Rabbi, kuharamkan rizki yang haram untuk anak-anakku, malam ini berilah aku rizki Mu yang halal!" Lalu seseorang yang tak dikenal melemparkan padanya sekantong dinar emas.Orang itu memakai jubah dan muka tertutup.Maka ibu itu pun gembira, bertobat dan menyekolahkan anak-anaknya dengan uang itu hingga akhirnya mereka menjadi ulama besar seperti sekarang.

     Tak bisa terbendung air mata hamid yang menetes membasahi pipinya. Namun ia bertanya-tanya pada dirinya. bagaimana dengan sedekah yang kedua? Belum lama kemudian terdengar oelhnya kabar bahwa seorang wali Allah baru saja wafat. Dia dulunya adalah perampok. Suatu malam ia dilempari sekarung perhiasan oleh pria yang tak dikenal. lalu ia bersyukur kepada Allah kemudia beribadah dengan rajin. Ia meninggalkan kehidupan duniawi, berpuasa dan bertahajjud hingga menjadi orang shalih dan mulia. Kemudian ia wafat sebagai Waliyullah (kekasih Allah) dan banyak juga orang yang bertobat karenanya.

     Hamid semakin gembira dan berseri-seri wajahnya serta merasa malu terhadap Allah. Dan tak lama juga terdengar kabar kepadanya bahwa telah dibangun sebuah rumah amal yang selalu tak pernah sepi dikunjungi para pengemis. Rumah amal itu selalu membagikan harta kepada para Fuqara'. Rumah amal tersebut didirikan oleh seorang kakek tua renta yang kaya raya di kampungnya. suatu malam ia diberi hadiah oleh orang tak dikenal dan kemudian ia menginfakkan seluruhnya  untuk rumah amal.

     Hamid langsung bersujud dan tak kuasa membendung air mata. Ternyata tidak sia-sia usahanya bertahun-tahun lamanya. Subhanallah....Allah kuasa atas segalanya. Ia telah mencapai cita-citanya. Sebagaimana sabda Rasulullah : "Sedekah secara sembunyi-sembunyi memadamkan kemurkaan Allah." Dan ia mendapat pahala yang berlipat-lipat dan terus mengalir sampai akhir hayatnya bahkan ketika ia wafatpu masih terus mengalir pahala tersebut. 

Semoga dengan kisah ini kita tersadar. Sedekahkan sedikit harta maka kita akan menuainya diakhirat kelak. mari kita mulai dari diri kita dan mengajari anak cucu kita untuk selalu melakukan kebajikan. Terimakasih dan Wassalamu'alaikum Wr.Wb

Tidak ada komentar:

Posting Komentar